Jl. Remaja No.9 PancoranMas, Depok
081281801634
team@jasacampaign.com

Resiko pernikahan beda agama menurut islam

Kami menyediakan jasa catering pernikahan murah dan profesional

pernikahan beda agama menurut islam
68 Views

resiko pernikahan beda agama menurut islam

Hubungan yang memiliki perbedaan agama di dalamnya selalu menjadi masalah yang rumit di Indonesia. Sebagai negara yang memiliki enam agama, warga Indonesia sering mengalami masalah dengan pernikahan beda agama. Terdapat banyak pro dan kontra terhadap pernikahan beda agama tersebut. Baik dari pihak keluarga ataupun masyarakat, pernikahan beda agama masih dianggap tabu untuk dilakukan.

Meski begitu, masih tetap ada orang yang melakukan pernikahan beda agama. Sayangnya, pernikahan beda agama tidaklah semudah pernikahan antara orang yang memiliki kesamaan keyakinan. Ada resiko-resiko besar yang harus ditanggung saat memutuskan untuk menikah beda agama. Berikut ini adalah resiko-resiko dari pernikahan beda agama menurut islam:

pernikahan beda agama menurut islam

  1. Dianggap tidak sah

Ternyata pernikahan beda agama menurut islam menurut Islam dianggap tidak sah secara agama. Pemerintah Indonesia sebenarnya memperbolehkan adanya pernikahan besa agama, tapi sebuah pernikahan yang tidak disahkan secara agama akan dianggap haram. Majelis Ulama Indonesia sudah memberikan pernyata terkait hal ini. Pasangan suami istri yang menikah tapi memiliki perbedaan keyakinan dianggap tidak sah secara agama.

Selain itu, tidak mudah untuk mendapatkan kantor catatan sipil yang mau menerimanya. Pernikahan yang tidak sah maka sama saja kedua mempelai tidak bisa dianggap sebagai suami istri secara agama. Anda sebaiknya mempertimbangkan hal ini sebelum memutuskan untuk menikah beda agama. Satu-satunya jalan adalah dengan berpindah agama.

pernikahan beda agama menurut islam

  1. Wanita muslim tidak boleh menikahi lelaki non muslim

Namun, ternyata ada penafsiran lain dari larangan pernikahan beda agama menurut islam. Penafsiran lainnya ini adalah dimana seorang lelaki muslim bisa menikahi wanita non muslim. Namun, pernikahan harus dilaksanakan sesuai dengan tata cara agama Islam.

Pernikahan ini hanya diperbolehkan jika sang lelaki adalah seorang muslim. Jika sang mempelai perempuan adalah seorang muslim yang akan menikahi lelaki non muslim, hal tersebut tetaplah dilarang. Sehingga mau tidak mau sang lelaki harus masuk ke Islam jika ingin menikah.

Resiko ini akan Anda hadapi, terutama bagi Anda kaun wanita muslim yang ingin menikah dengan lelaki non muslim. Sebelum benar-benar memutuskan untuk menjalin hubungan sebaiknya pertimbangkan dulu bagaiamana ke depannya. Jangan sampai terlanjur menjalin hubungan yang sulit untuk direstui dan disahkan secara agama. 

pernikahan beda agama menurut islam

  1. Pengajaran agama Islam terhadap anak terganggu

Resiko berikutnya adalah pengajaran agama Islam kepada anak menjadi terganggu akibat pernikahan beda agama menurut islam. Pernikahan beda agama tentu membelah sebuah keluarga menjadi dua keyakinan. Meskipun sang anak diberi kebebasan untuk memilih agama apapun, tapi sudah sewajarnya bagi orang tua harus mengajarkan tentang hukum Islam kepada anak.

Jika dalam satu pernikahan terhadap dua keyakinan maka pengajaran agama tersebut juga akan terganggu. Masing-masing individu pasti memiliki keinginan untuk mengajarkan keyakinannya. Selain itu, seorang anak tidak akan bisa langsung memilih agama yang ia ingingkan, ia harus mengikuti orang tuanya terlebih dahulu. Kemudian yang menjadi pertanyaan adalah orang tua yang mana? Seorang muslim wajib untuk mengajarkan anaknya tentang ajaran agama Islam.

Perbedaan keyakinan bisa menyebabkan terhambatnya pengajaran agama terhadap anak karena sang anak harus mempelajari dua agama yang berbeda. Itulah beberapa resiko dari pernikahan beda agama menurut islam. Anda harus benar-benar mempertimbangkan resiko tersebut karena resiko itu akan Anda rasakan secara langsung saat melakukan pernikahan beda agama.

Akan lebih baik jika bisa menikah dengan sesama muslim agar bisa mewujudkan keluarga yang sakinah. 

× WhatsApp Kami